{"id":42250,"date":"2026-03-19T00:03:35","date_gmt":"2026-03-18T15:03:35","guid":{"rendered":"https:\/\/sundalandstar.com\/?p=42250"},"modified":"2026-03-19T00:03:35","modified_gmt":"2026-03-18T15:03:35","slug":"kebijakan-baja-nasional-berbasis-data-dan-struktur-persaingan-global","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/sundalandstar.com\/?p=42250","title":{"rendered":"Kebijakan Baja Nasional Berbasis Data dan Struktur Persaingan Global"},"content":{"rendered":"<p>Jakarta, 18 Maret 2026 &#8211; PT Krakatau Steel (Persero) Tbk\/Krakatau Steel Group (KRAS) menilai bahwa pembacaan ulang terhadap narasi daya saing baja global menjadi krusial dalam menjaga keberlanjutan industri baja nasional.\n<\/p>\n<p>Di tengah tekanan<br \/>\nbaja impor berharga rendah, pendekatan kebijakan yang berbasis data objektif<br \/>\ndinilai lebih relevan dibanding sekadar asumsi bahwa harga murah identik dengan<br \/>\nefisiensi tinggi.<\/p>\n<p><b>Arah Kebijakan Baja Nasional<br \/>\n2026<\/b><\/p>\n<p>Direktur<br \/>\nUtama Krakatau Steel, Dr. Akbar Djohan, menegaskan pentingnya memastikan<br \/>\npersaingan industri berlangsung secara adil.<\/p>\n<p>\u201cTantangan<br \/>\nindustri baja nasional bukan sekadar mengejar harga terendah, melainkan<br \/>\nmemastikan level playing field yang sehat agar industri domestik dapat tumbuh<br \/>\nberkelanjutan dan memberikan kontribusi optimal bagi perekonomian nasional,\u201d<br \/>\nujar Dr. Akbar Djohan, yang juga menjabat sebagai Chairman Indonesia Iron &amp;<br \/>\nSteel Industry Association (IISIA) dan Chairman Asosiasi Logistik &amp;<br \/>\nForwarder Indonesia (ALFI\/ILFA).<\/p>\n<p>Perlu<br \/>\ndiketahui, Penguatan industri baja nasional sejalan dengan agenda hilirisasi<br \/>\ndan kemandirian ekonomi dalam Asta Cita Presiden Republik Indonesia, Prabowo<br \/>\nSubianto. Dengan kebijakan berbasis pembacaan biaya yang objektif dan<br \/>\nterverifikasi, Indonesia dapat menjaga ketahanan industri strategis sekaligus<br \/>\nmemperkuat daya saing jangka panjang.<\/p>\n<p><b>Dominasi Ekspor dan Ketimpangan<br \/>\nPasar Global<\/b><\/p>\n<p>Pengamat<br \/>\nIndustri Baja dan Pertambangan, Widodo Setiadharmaji, Steel &amp; Mining<br \/>\nInsights menyoroti perlunya menggugat mitos daya saing baja Tiongkok.<\/p>\n<p>Data<br \/>\nWorld Steel Association menunjukkan ekspor baja Tiongkok melonjak dari 53,7<br \/>\njuta ton pada 2020 menjadi 117,1 juta ton pada 2024. Sementara itu, menurut<br \/>\nGeneral Administration of Customs of China, ekspor Januari\u2013November 2025 telah<br \/>\nmencapai 107,7 juta ton dan diperkirakan kembali menyentuh kisaran 117\u2013118 juta<br \/>\nton hingga akhir tahun.<\/p>\n<p>Di<br \/>\nsisi lain, impor baja Tiongkok terus menurun. Struktur ini memperlihatkan<br \/>\nketimpangan pasar global yang semakin terpusat pada satu eksportir dominan.<\/p>\n<p><b>Fakta Biaya Produksi Tidak<br \/>\nMendukung Mitos Efisiensi Terendah<\/b><\/p>\n<p>Sejumlah<br \/>\npublikasi internasional menunjukkan bahwa Tiongkok bukan produsen baja berbiaya<br \/>\nterendah.<\/p>\n<p>Laporan<br \/>\nSelvaraju (2025) dari Grantham Research Institute on Climate Change and the<br \/>\nEnvironment di London School of Economics memperkirakan biaya produksi rute<br \/>\nBF\u2013BOF Tiongkok sekitar US$545 per ton, berada di kelompok menengah. Biaya<br \/>\nIndonesia diperkirakan sekitar US$475 per ton, lebih rendah dari Tiongkok dan<br \/>\nkompetitif di antara produsen global.<\/p>\n<p>Temuan<br \/>\nserupa juga ditunjukkan oleh TransitionZero dan European Commission Joint<br \/>\nResearch Centre yang menyimpulkan bahwa harga ekspor rendah tidak otomatis<br \/>\nmencerminkan struktur biaya paling efisien.<\/p>\n<p>Press Release juga sudah tayang di <a href=\"https:\/\/vritimes.com\/id\/articles\/c93ecef3-0555-442b-b447-2e6235634056\/f0c60782-608b-481b-89af-d86d483becda\">VRITIMES<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jakarta, 18 Maret 2026 &#8211; PT Krakatau Steel (Persero) Tbk\/Krakatau Steel Group (KRAS) menilai bahwa pembacaan ulang terhadap narasi daya &hellip; <\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":42251,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[],"class_list":["post-42250","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-indonesia"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/sundalandstar.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/42250","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/sundalandstar.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/sundalandstar.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/sundalandstar.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/sundalandstar.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=42250"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/sundalandstar.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/42250\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/sundalandstar.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/42251"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/sundalandstar.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=42250"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/sundalandstar.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=42250"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/sundalandstar.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=42250"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}