{"id":42882,"date":"2026-04-06T16:05:03","date_gmt":"2026-04-06T07:05:03","guid":{"rendered":"https:\/\/sundalandstar.com\/?p=42882"},"modified":"2026-04-06T16:05:03","modified_gmt":"2026-04-06T07:05:03","slug":"di-tengah-tekanan-pasar-kras-jadi-saham-menarik-pilihan-investor","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/sundalandstar.com\/?p=42882","title":{"rendered":"Di Tengah Tekanan Pasar, KRAS Jadi Saham Menarik Pilihan Investor"},"content":{"rendered":"<p>\nDi tengah tekanan pasar yang terjadi pada penutupan perdagangan 2 April 2026, ketika Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah dan mayoritas sektor industri bergerak turun, saham PT Krakatau Steel (Persero) Tbk atau KRAS justru mencatatkan penguatan<\/p>\n<p>Menyikapi fenomena tersebut, analis pasar modal Dr. Riska Afriani<br \/>\nmengatakan, investor memang akan memilih saham-saham yang dinilai menarik dan<br \/>\nmemiliki kinerja baik. \u201dKalau kondisi seperti ini, investor memilih saham yang<br \/>\nmenarik. Salah satunya KRAS,\u201d kata Riska di Jakarta hari ini. <\/p>\n<p>Riska sependapat, bahwa penguatan saham KRAS memang menarik. Mengingat,<br \/>\nbahwa pelemahan IHSG pada hari tersebut bersifat luas dan dipengaruhi sentimen<br \/>\nglobal. Bukan hanya ketidakpastian geopolitik, melesatnya harga crude oil, dan<br \/>\nterus melemahnya mata uang Rupiah. Bahkan, menurut Riska, pelemahan IHSG juga<br \/>\nditandai dengan penurunan saham-saham LQ45. <\/p>\n<p>\u201dSaya lihat memang lebih kompleks. Bahkan saham blue chip juga dijual, ini<br \/>\nkan menimbulkan kekhawatiran signifikan. Jadi, panic selling terhadap<br \/>\ninvestor.\u201d jelas Riska.<\/p>\n<p>Karena itulah Riska sependapat bahwa pergerakan KRAS menunjukkan dinamika<br \/>\nyang berbeda. Apalagi, saham sektor industri juga mengalami penurunan 2,23%<br \/>\npada penutupan perdagangan minggu lalu. <\/p>\n<p>Riska setuju bahwa penguatan saham KRAS mencerminkan adanya minat beli yang<br \/>\nlebih selektif dari investor, yang mulai melihat potensi jangka menengah hingga<br \/>\npanjang dari proses transformasi yang tengah berlangsung di dalam perusahaan. <\/p>\n<p>Bahkan, kata Riska, dalam situasi pasar yang cenderung defensif, saham<br \/>\ndengan karakteristik turnaround story seperti KRAS kerap menjadi alternatif<br \/>\nbagi investor yang mencari peluang di luar pergerakan pasar secara umum.<\/p>\n<p>\u201dKenaikan KRAS memang dipengaruhi faktor internal perusahaan, yang<br \/>\nfundamental. Apalagi sekarang KRAS membaik, yang bisa dilihat dari laba 2025<br \/>\nyang naik signifikan. Dari<br \/>\nrugi Rp2,8 T pada 2024 membalik menjadi untung Rp5,7 T pada 2026,\u201d kata dia.<br \/>\nTerlebih, lanjut Riska, laba tersebut diperoleh melalui kinerja operasional. <\/p>\n<p>\u201dKRAS juga melakukan transformasi dan restrukturasi. Sekarang sudah menjadi<br \/>\nlebih sehat dan dari sisi efisiensi juga naik. Makanya, ini sebenarnya lebih<br \/>\npada faktor investor yang mulai percaya lagi terhadap saham KRAS,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p>Termasuk di antaranya, strategi transformasi Krakatau Steel bertajuk \u201dKS<br \/>\nReborn\u201d. KS Reborn merupakan langkah visioner perusahaan untuk mengonversi<br \/>\ndinamika volatilitas global dan disrupsi teknologi menjadi peluang pertumbuhan<br \/>\nyang berkelanjutan. \u201dManajemen KRAS kan juga bilang ini momentum kebangkitan,\u201d<br \/>\nimbuh Riska.\u00a0 <\/p>\n<p>Dari sisi teknikal, Riska juga mengatakan, bahwa pergerakan KRAS yang tetap<br \/>\nmenguat di tengah tekanan pasar, mengindikasikan adanya fase akumulasi awal.<br \/>\nSaham yang mampu bertahan dan bahkan menguat saat pasar melemah umumnya<br \/>\nmencerminkan adanya keyakinan investor terhadap prospek perusahaan tersebut.<\/p>\n<p>Mengenai kinerja positif KRAS, sebelumnya disampaikan Direktur Utama PT<br \/>\nKrakatau Steel (Persero) Tbk, Dr. Akbar Djohan. <\/p>\n<p>Akbar menyampaikan, bahwa perusahaan sukses membalikkan kinerja keuangan<br \/>\n(financial turnaround) yang impresif pada tahun buku 2025. Hal tersebut, antara<br \/>\nlain ditandai dengan raihan laba bersih sebesar USD 339,64 juta (setara Rp5,68<br \/>\ntriliun). <\/p>\n<p>&#8220;Kami sangat mensyukuri capaian ini sebagai bentuk amanah dari para<br \/>\npemangku kepentingan. Dukungan pendanaan dan kepercayaan dari Danantara menjadi<br \/>\npendorong utama bagi kami untuk terus berbenah. Laba ini adalah titik awal yang<br \/>\nkami sikapi dengan rendah hati untuk terus memastikan keberlanjutan industri<br \/>\nbaja nasional,&#8221; ujar Akbar Djohan\u00a0<\/p>\n<p>Sementara, Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko PT Krakatau Steel<br \/>\n(Persero) Tbk Daniel Fitzgerald Liman menyebut, bahwa harga saham KRAS<br \/>\nmengalami pergerakan menggembirakan. Bahkan, kinerja historis KRAS juga<br \/>\nbergerak sebesar 164% selama setahun terakhir, dengan rentang harga 52 minggu<br \/>\nantara 102 dan 436. \u201dKetika pekan lalu IHSG melemah, kami tetap stabil pada<br \/>\nharga Rp314,\u201d ujarnya. <\/p>\n<p>Kondisi demikian, menurut Daniel, tak lepas dari kinerja finansial yang<br \/>\npositif, yang sebagian besar merupakan kontribusi kinerja operasional<br \/>\nperusahaan. <\/p>\n<p>Selain membukukan laba\u00a0 bersih setara<br \/>\nRp5,68 triliun, kata Daniel, sepanjang 2025 Perseroan juga berhasil membukukan<br \/>\npendapatan sebesar USD 959,84 juta (Rp16,05 triliun). Total volume penjualan<br \/>\nproduk baja mencapai 944.562 ton, meningkat tajam sebesar 29,0% dibandingkan<br \/>\ntahun sebelumnya. <\/p>\n<p>Daniel menambahkan, ketangguhan Krakatau Steel pada 2025 tidak hanya<br \/>\ntercermin pada angka laba, tetapi juga terlihat jelas dari struktur neraca yang<br \/>\nkian sehat dan kokoh. Perseroan berhasil memperkuat posisi keuangannya dengan<br \/>\nmencatatkan total aset sebesar USD 2,77 miliar atau setara dengan Rp46,24<br \/>\ntriliun. Di saat yang sama, komitmen Perseroan dalam menyelesaikan kewajiban<br \/>\nutang membuahkan hasil nyata, di mana total liabilitas berhasil ditekan turun<br \/>\nsebesar 17,04% menjadi USD 2,04 miliar (Rp34,11 triliun).<\/p>\n<p>Press Release juga sudah tayang di <a href=\"https:\/\/vritimes.com\/id\/articles\/c93ecef3-0555-442b-b447-2e6235634056\/878984af-1aed-420c-9e61-6b8765cff91d\">VRITIMES<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Di tengah tekanan pasar yang terjadi pada penutupan perdagangan 2 April 2026, ketika Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah dan &hellip; <\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":42883,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[],"class_list":["post-42882","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-indonesia"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/sundalandstar.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/42882","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/sundalandstar.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/sundalandstar.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/sundalandstar.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/sundalandstar.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=42882"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/sundalandstar.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/42882\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/sundalandstar.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/42883"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/sundalandstar.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=42882"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/sundalandstar.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=42882"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/sundalandstar.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=42882"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}