DPR RI Dorong Percepatan Pembangunan Jalur Kereta Api Trans Sumatera

Dewan Perwakilan Rakyat Republik
Indonesia (DPR RI) mendorong percepatan pembangunan jalur Kereta Api Trans
Sumatera sebagai langkah strategis untuk memperkuat konektivitas wilayah,
mendukung sistem logistik nasional, serta mendorong pertumbuhan sektor industri
dan pariwisata di Pulau Sumatera.

Dorongan tersebut disampaikan
Ketua Kelompok Fraksi (Kapoksi) Komisi VII DPR RI, Bambang Haryo Soekartono, didampingi
oleh Kepala KAI Divre IV Tanjungkarang, Hendy Helmy, saat melakukan kunjungan
kerja ke PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional IV Tanjungkarang, di
Bandarlampung, Jumat (30/1/2026).

Dalam kunjungannya, Bambang Haryo
menegaskan bahwa keberadaan jalur Kereta Api Trans Sumatera merupakan kebutuhan
mendesak bagi masyarakat dan dunia usaha, mengingat besarnya potensi sumber
daya alam serta tingginya aktivitas logistik di wilayah Sumatera.

“Pembangunan jalur Kereta Api
Trans Sumatera harus dipercepat penyelesaiannya. Jalur ini sangat dibutuhkan,
terutama untuk mendukung logistik dan distribusi sumber daya alam yang sangat
besar di Sumatera,” ujar Bambang Haryo.

Ia menjelaskan, Sumatera memiliki
potensi angkutan komoditas yang sangat besar dan membutuhkan moda transportasi
massal dengan kapasitas angkut tinggi serta efisiensi optimal. Salah satu
contohnya adalah komoditas batu bara yang mampu memberikan kontribusi angkutan
hingga sekitar 40 ribu ton per hari, dengan pengoperasian sekitar 27 rangkaian
kereta.

“Dari satu komoditas saja, yakni
batu bara, kontribusinya bisa mencapai sekitar 40 ribu ton per hari. Ini
menunjukkan betapa strategisnya peran kereta api dalam mendukung perekonomian
Sumatera,” jelasnya.

Lebih lanjut, Bambang Haryo
menilai kereta api merupakan moda transportasi massal dan super massal yang
paling efektif untuk mengangkut barang maupun penumpang dalam jumlah besar.
Selain meningkatkan efisiensi logistik, penggunaan kereta api juga berkontribusi
dalam mengurangi beban jalan raya, menekan kerusakan infrastruktur, serta
meminimalkan risiko kecelakaan lalu lintas.

“Jika logistik terus mengandalkan
jalur darat, maka kerusakan jalan akan semakin besar, biaya perawatan
meningkat, dan risiko kecelakaan semakin tinggi. Kereta api menjadi solusi
transportasi yang sangat strategis,” tambahnya.

Menurutnya, pembangunan jalur
Kereta Api Trans Sumatera tidak hanya berdampak pada sektor logistik, tetapi
juga memiliki efek berganda terhadap pengembangan industri dan pariwisata.
Konektivitas antarwilayah yang terintegrasi akan mendorong pertumbuhan ekonomi
daerah serta meningkatkan daya saing Sumatera secara nasional.

“Kereta api bukan hanya soal
transportasi, tetapi juga menyangkut industri, pariwisata, dan berbagai sektor
lainnya. Oleh karena itu, kapasitas angkut dan jaringan jalur kereta api harus
terus diperkuat,” ungkapnya.

Bambang Haryo juga menekankan
pentingnya perhatian pemerintah dalam menyelesaikan pembangunan jalur Kereta
Api Trans Sumatera yang hingga kini masih tersisa sekitar seribu kilometer.

“Pemerintah perlu lebih fokus
menyelesaikan sisa pembangunan jalur Trans Sumatera yang masih sekitar seribu
kilometer. Jika jaringan ini terhubung secara utuh, manfaatnya akan sangat
besar bagi masyarakat dan perekonomian nasional,” tegasnya.

PT Kereta Api Indonesia (Persero)
Divre IV Tanjungkarang menyambut baik dukungan DPR RI tersebut sebagai bagian
dari sinergi lintas pemangku kepentingan dalam mewujudkan sistem transportasi
perkeretaapian yang andal, berkelanjutan, dan berdaya saing, khususnya di
wilayah Sumatera.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES