Harga emas dunia atau XAUUSD berpeluang melanjutkan penguatan pada perdagangan hari Selasa (27/10/26) setelah kembali bergerak di atas level psikologis US$4.000. Berdasarkan analisis Dupoin Futures, harga emas pada timeframe H1 menunjukkan potensi pembalikan arah menuju bullish setelah mengalami rejection di level support US$3.988 dan membentuk pola Inverse Head and Shoulders. Jika momentum kenaikan berlanjut, XAUUSD berpeluang menguji zona resistance US$4.048–US$4.072.
Geraldo Kofit, analis Dupoin Futures, menilai bahwa level US$3.988 menjadi area penting untuk menentukan keberlanjutan momentum bullish dalam jangka pendek. Penolakan harga di sekitar support tersebut menunjukkan adanya respons beli yang berpotensi mendorong pemulihan. Selain itu, pola Inverse Head and Shoulders yang terbentuk pada grafik per jam dapat menjadi indikasi awal perubahan momentum dari bearish menuju bullish.
Dalam analisis teknikal Dupoin Futures, harga emas berpeluang melanjutkan kenaikan selama mampu bertahan di atas support US$3.988 dan tidak mencatatkan penutupan di bawah level tersebut. Resistance US$4.048 menjadi sasaran pertama yang perlu diperhatikan. Apabila tekanan beli tetap kuat, XAUUSD berpotensi melanjutkan penguatan menuju area US$4.072. Namun, pergerakan menuju kedua level tersebut tetap membutuhkan konfirmasi dari aksi harga selanjutnya.
Dari sisi fundamental, peluang penguatan emas turut didukung oleh penurunan harga minyak yang dapat meredakan kekhawatiran terhadap tekanan inflasi. Mengacu pada rangkuman Reuters, pelemahan harga energi berpotensi mengurangi kekhawatiran bahwa inflasi akan bertahan tinggi, sehingga dapat memberikan ruang bagi emas untuk melanjutkan pemulihan. Pergerakan tersebut menjadi salah satu faktor yang diperhatikan Dupoin Futures dalam menilai prospek XAUUSD.
Meski demikian, kenaikan harga emas masih berpotensi terbatas menjelang keputusan suku bunga Federal Reserve (The Fed) pada 28 Oktober 2026. Investor akan mencermati keputusan serta pernyataan bank sentral AS untuk memperoleh petunjuk mengenai arah kebijakan moneter berikutnya. Apabila The Fed memberikan sinyal kebijakan yang lebih ketat, dolar AS berpotensi menguat dan kembali memberikan tekanan terhadap harga emas.
Penguatan dolar AS umumnya membuat emas menjadi relatif lebih mahal bagi pemegang mata uang lain. Selain itu, kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS atau US Treasury dapat meningkatkan biaya peluang untuk memegang emas yang tidak memberikan bunga. Karena itu, perubahan ekspektasi suku bunga dan pergerakan yield tetap menjadi faktor penting yang dapat memengaruhi keberlanjutan rebound XAUUSD.
Dupoin Futures melihat bahwa kombinasi pola Inverse Head and Shoulders, pertahanan support US$3.988, dan pergerakan harga di atas US$4.000 membuka peluang kenaikan jangka pendek. Meski demikian, pasar perlu mencermati resistance US$4.048–US$4.072 serta risiko perubahan sentimen menjelang keputusan The Fed. Jika support US$3.988 ditembus dan harga ditutup di bawahnya, skenario bullish perlu dievaluasi kembali.
Dengan demikian, prediksi harga emas hari ini menurut analisis Dupoin Futures masih mengarah pada peluang penguatan selama support utama mampu dipertahankan. Namun, keputusan The Fed, arah dolar AS, dan perubahan yield Treasury dapat menentukan apakah kenaikan tersebut berlanjut atau kembali menghadapi tekanan jual.
Analisis ini merupakan skenario pasar, bukan kepastian arah harga maupun rekomendasi transaksi. Perdagangan berjangka memiliki risiko kerugian yang signifikan.
Press Release juga sudah tayang di VRITIMES